Cara Menjual yang Ampuh dengan Konsep AIDA - Talkabot Indonesia
Kepowriting
Tips Menjual Tanpa Nawarin dengan Kepowriting
Agustus 27, 2021
Story Telling, Rahasia promosi S3 Marketing
September 8, 2021

Cara Menjual yang Ampuh dengan Konsep AIDA

Buat kamu yang pernah belajar tentang digital marketing dasar pasti pernah denger AIDA Funnel atau biasa juga disebut dengan konsep AIDA? Iyakan? Nah, bener banget, buat kamu yang inget, funnel ini tuh bisa banget bantu kamu buat memahami dasar dari digital marketing, bagaimana kamu bisa menarik pelanggan sebanyak-banyaknya dan tentunya mendapatkan keuntungan bisnis yang kamu harapkan.
Nah, yang belum paham, Bobb bakal jelasin sekilas di sini ya!
AIDA sendiri merupakan singkatan dari Attention/Awareness (perhatian), Interest (minat), Desire (keinginan) dan Action (aksi), adalah sebuah konsep dasar dalam dunia digital marketing dan periklanan yang sudah digunakan sejak abad ke-19. Konsep ini biasanya digunakan untuk menyusun rencana pemasaran atau malah menjadi panduan dalam penulisan teks iklan.
Dengan teknik AIDA kamu bisa mengubah halaman kosong menjadi teks yang berkesan serta akan menarik dan mempengaruhi pembacanya untuk melakukan sebuah tindakan.
Nah, kali ini Bobb mau ngasih tahu juga kalau AIDA funnel ini juga bisa kamu praktekan dalam menulis konten copywriting. Menjadi sebuah formula yang bisa membantu kamu untuk menyusun copy yang menarik yang pastinya efektif buat memasarkan produk/jasa yang kamu jual. Yuk pahami satu-satu unsur formulanya di bawah ini:

A = Attention

Pada bagian ini, fokus pertama kamu adalah membuat copy yang menarik perhatian audiens. Hal ini khususnya untuk kamu yang menggunakan media sosial sebagai salah satu channel pemasaran. Dari sekian banyak konten yang audiens konsumsi, kamu harus bisa menyelipkan konten kamu untuk dapat dibaca oleh mereka.
Di tahap ini kamu harus bisa membuat judul atau headline yang bikin mereka berhenti scroll, kemudian lanjut membaca konten kamu. Bobb saranin juga untuk selalu pake visual yang menarik, baik berupa gambar, foto, video atau keduanya. Lewat elemen-elemen tersebut, kamu harus bisa mengajak audiens untuk menaruh persepsi bahwa kamu dan bisnismu punya solusi untuk masalah mereka.
Bagian ini adalah kunci agar audiens bersedia untuk membaca dan penasaran terhadap isi konten selanjutnya. Oleh karena itu, saat kamu menulis kalimat pertama harus benar-benar diperhatikan. Kamu juga harus tahu, sebuah studi yang dilakukan oleh SilverPop mengatakan bahwa daya perhatian manusia pada sesuatu yang baru paling lama adalah 8 detik saja. Sementara itu, manusia mengedipkan mata tiap 4 detik sekali.
Hal ini berarti, kalau kamu tidak mampu mendapatkan perhatian dalam 2 kali kedipan mata atau lebih dari 8 detik, maka mereka akan mengabaikan konten kamu dan lanjut scroll layar ponselnya. Untuk bisa menarik perhatian audiens kamu bisa menggunakan beberapa hal di bawah ini:
1. Headline, Bobb udah ajarin nih di artikel sebelumnya gimana cara membuat headline menarik menurut brand-brand popular. Bisa banget langsung kamu praktekin di sini.
2. Kalimat pembuka, berikan kalimat pembuka yang bakal bikin pelanggan ngerasa “Ah ini aku banget” alias relate sama masalah pelanggan. Dalam hal ini, kamu bisa bubuhkan pertanyaan seperti berikut:
“Mau wajah mulus, tanpa ribet pake krim siang dan malam?”
“Tidak punya waktu buat olahraga, tapi pengen turunin berat badan?”
“Menurutmu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat hunian lebih nyaman?” dan lain sebagainya.
Nah, dengan menggunakan pertanyaan dalam kalimat pembuka, kamu bisa mulai melanjutkan teks copywriting dengan kalimat-kalimat yang menarik sebagai penjelas dari judul/ headline atau kalimat pembuka yang kamu. Kalimat pejelas tersebut akan kamu tulis di tahap selanjutnya.
3. Jangan lupa sertakan gambar atau video sesuai dengan kebutuhan

I = Interest

Setelah berhasil menarik perhatian pelanggan melalui tahap attention, saatnya kamu memberikan efek penasaran dengan memberikan efek gelisah kepada audiens. Di sini kamu akan membuat mereka sadar bahwa masalah yang mereka alami itu nyata dan harus segera ditangani.
Kamu bisa memancingnya dengan beberapa hal berikut:
Informasi/fakta, kondisi ideal, studi kasus, statisktik, alasan dan lain sebagainya.
Contohnya:
7 dari 10 perempuan muda mengaku malas menggunakan rangkaian skin care di malam hari, sehingga menyebabkan beberapa masalah serius pada kulit.

D = Desire

Dalam tahap ini, kamu akan membuat audiens benar-benar menginginkan produk kamu. Caranya bagaimana nih Bobb?
Pertama-tama kamu harus tahu dulu bedanya fitur sama manfaat. Misalnya nih, Bobb ambil contoh dari iklan skincare di tahap interest di atas ya:
Fitur yang dimiliki facial treatment all in one yang akan ditawarkan:
Vitamin E, lidah buaya, tea tree oil serta bahan alami lainnya
Sementara manfaat, sebagai berikut:
Dengan kandungan vitamin e akan membantu peremajaan kulit, disertai oleh kandungan lidah buaya dan tea tree oil yang akan membuat jerawat takluk dan kapok datang lagi. Kulitmu akan sehat dengan ekstrak bahan alami lain di dalamnya.
Yang harus kamu tampilkan dalam kontenmu adalah manfaat, bukan fitur. Audiens dan pelanggan membutuhkan solusi dari masalah yang mereka butuhkan. Maka dari itu, dibanding merincikan fitur atau kandungan, lebih baik langsung pada poinnya. Manfaat apa yang bisa produk/jasa kamu berikan kepada pelanggan untuk menyelesaikan masalah mereka.
Cara kedua, selain memberikan manfaat kepada audiens, kamu juga bisa menggunakan emosi negatif dan menakut-nakuti mereka. Contohnya:
"Merawat kulit memang sangat penting, tapi tubuh kita seringkali kelelahan setelah melakukan kegiatan seharian. Makanya, mereka cuma ngandelin cuci muka seblum tidur. Padahal cuci muka aja gak cukup, sisa make up atau debu yang tertinggal bisa membuat kulitmu jerawatan parah.
Dengan produk all in one kamu bisa membersihkan sampai ke lapisan paling dalam sekaligus merawat kulit dengan bahan-bahan alami"

A = Action

Terakhir berikan CTA atau call to action, berupa instruksi untuk menghubungi bisnismu untuk order ataupun bertanya. Intinya, ajak mereka untuk melakukan tindakan. Kamu bisa menyertakan tombol (button), alamat email, nomor telepon, atau dengan kata “klik di sini” atau “beli sekarang”. Jangan lupa sertakan scarcity (kelangkaan) untuk memancing mereka agar segera membeli. Contohnya dengan memberikan diskon, harga coret, terbatas atau menyertakan harga dengan embel-embel “hanya berlaku hari ini”.
Sekian penjelasan dari Bobb, sekarang kamu udah bisa menyusun struktur copy dengan konsep dasar digital marketing atau AIDA. Mantap betul!
Mau Bobb cek copy-mu? Atau ada pertanyaan mengenai bisnis? Segera hubungi Bobb dengan klik tombol di bawah ini ya…..