Hipnotis Pelangganmu dengan Copywriting Psiklologi Priming - Talkabot
Tips Membuat Konten Story Telling untuk Menarik Pelanggan di Media Sosial
September 13, 2021

Hipnotis Pelangganmu dengan Copywriting Psiklologi Priming

Copywriting Ampuh
Di artikel kali ini Bobb dapet request nih buat ngejelasin lagi tentang psikologi marketing yang bisa bikin pebisnis jadi lebih dekat dan paham lagi sama pelanggan. Kalau dipikir-pikir emang udah lama banget sih Bobb enggak bahas soal topik ini. Sebelumnya, Bobb udah jelasin tentang psikologi marketing yang bisa kamu terapkan dalam bisnis dan juga copywriting kamu di link ini.
Nah, berhubung dengan adanya request tersebut, Bobb bakal jelasin beberapa konsep psikologi markerting lain yang tentunya bisa banget kamu terapin baik dalam membuat strategi bisnis ataupun teks copywriting buat produk/jasa yang kamu jual. Yuk simak selengkapanya di bawah ini:

1. Psikologi Warma

Meski kesannya sepele, warna ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembeli. Dikutip dari hipwee, penelitian membuktikan bahwa warna dapat mengubah pemikiran seseorang untuk membeli barang dalam waktu 90 detik. Keputusan tersebut terbentuk sebanyak 62% sampai 90% hanya karena melihat warna yang menarik
Contohnya: Saat akan membeli tas, Bobb mutusin buat liat-liat toko online di media sosial Instagram. Ada sekitar 4 pilihan yang direkomendasiin sama temen Bobb. 2 toko yang pertama Bobb lihat, tasnya bagus-bagus, model dan harganya nya juga oke. Akun toko yang ketiga, model oke, hanya harganya lebIh mahal sedikit, hampir gak beda jauhlah sama toko 1 dan 2.
Kemudian, Bobb cek toko keempat, toko ini terlihat lebih unik, konten promosi yang ditampilkan lebih eye catching, punya satu tone warna yang menarik. Tasnya jadi kelihatan lebiih unik dan nyentrik dibandingkan 3 toko tadi meskipun memang modelnya mirip. Akhirnya Bobb memutuskan buat beli di toko keempat, karena konsep promosi yang mengandalkan desain warna yang menarik udah berhasil nyuri perhatian Bobb
Gak sedikit, orang mutusin buat beli barang hanya karena warna atau konsep yang disuguhkan oleh pebisnis dalam konten promosisnya. Maka dari itu, Bobb saranin kamu buat perhatiin warna logo, produk serta konten-konten promosi yang akan kamu buat di media sosial. Pun jika kamu punya toko offline, kamu bisa banget dekor toko kamu dengan warna cat, lampu atau pernak-pernik yang bisa mengalihkan perhatian target pasar kamu. Jangan lupa, sebelum menentukan, kamu harus buat survey atau mencari tahu, warna apa sih yang disukain sama target pasar kamu.

2. Konsep Priming

Dengan menggunakan teknik priming, kamu bisa mengajak pelanggan buat melakukan tindakan sesuai dengan apa yang kamu inginkan sejak awal. Misalnya, ketika seseorang datang ke toko elektronik untuk membeli laptop, tiba-tiba penjual bertanya seperti ini:
Penjual: "Mau laptop seperti apa Kak?"
Pembeli: "Untuk kuliah, belajar online sama ngetik-ngetik"
Kemudian, penjual tersebut menawarkan laptop dengan fitur memori yang cukup besar, cocok dipakai belajar secara online agar tidak mengalami hambatan. Ia terus menjelaskan kelebihan dari laptop yang ditawarkan, disertai penjelasan fitur yang tertera dalam brosur. Penjual tersebut menghadirkan stimulus kepada pembeli, bahwa apa yang ditawarkan memang benar-benar ia butuhkan.
Oleh karena itu, dalam memilih laptop fitur memori dalam laptop akan menjadi pertimbangan sampai akhir. Pembeli akan terus terbayang dengan penawaran awal terkait kapasitas memori tersebut, bahkan dapat mempengaruhi sampai terjadinya transaksi.
Dalam hal ini, penjual dari awal telah melakukan stimulus bahwa memori sangat penting dalam pemilihan laptop, sementara itu alam bawah sadar si pembeli mulai membuat asosiasi berdasarkan penawaran awal bahwa hal tersebut memang penting dan harus ia miliki.
Kunci dari penggunaan teknik priming dalam marketing adalah tidak mengarahkan pembeli untuk memilih. Pebisnis tidak secara gamblang berperan sebagai penjual, tapi menggunakan sedikit rangsangan kecil dan tidak mencolok, misalnya melalui kekuatan produk yang kamu tawarkan. Penawaranmu akan terus mempengaruhi keputusan pelanggan untuk memilih produk bahkan sampai melakukan transaksi.
Praktik tersebut dinamakan teknik priming. Melalui teknik ini, kamu dapat meningkatkan asosiasi dan menekankan kepada pelanggan betapa pentingnya kekuatan produk yang kamu tawarkan. Lebih sederhananya, teknik ini mirip dengan teknik "call back" dalam stand up comedy, dimana para stand up comedy-an mengambil sebuah jokes sebelumnya untuk dibuat jokes baru di waktu berikutnya. Jadi fitur utama memori tersebut, akan terus menempel dan mempengaruhi keputusan pembeli di masa sekarang ataupun masa mendatang.

Terus gimana nih Bobb cara nerapin teknik priming buat bisnis online?

Kamu bisa mulai menunjukannya di dalam media sosialmu, baik saat membuat slogan, copy dalam landing page atau judul dalam iklan. Buatlah copy yang akan membuat pelanggan tertarik. Misalnya, tokomu menjual beragam jenis sepatu casual, trendy dan super nyaman. Kamu bisa membuat slogan "Casual and super comfort. Make your fashion update", nantinya orang yang yang nyari sepatu santai, nyaman dan gak ketinggalan zaman bisa ingat pada brand kamu. Kamu juga bisa melengkapinya dengan berbagai simbol atau gambar yang sesuai dengan slogan yang kamu buat agar stimulus yang akan didapatkan pelanggan semakin kuat.
Contoh lain, kaya landing page punya Bobb "Satu WhatsApp Banyak Admin", singkat dan padat. Orang-orang yang butuh fitur satu nomor WhatsApp yang dapat digunakan oleh banyak admin bakal ngehubungin Bobb karena tertarik dengan fitur utama tersebut.
Sebenarnya, teknik priming ini dibagi menjadi 3, kamu bisa menerapkannya berdasarkan jenis-jenisnya di bawah ini:

Priming Atribut Langsung

Contohnya, kamu mengajukan pertanyaan terlebih dahulu kepada pelanggan seperti yang dilakukan oleh penjual laptop. Dalam hal ini, kamu bisa bertanya secara langsung kepada pelanggan masalah apa yang sedang dihadapi dan memberikan solusi melalui kekuatan dari fitur produkmu. Tapi ingat, tidak untuk mengarahkan ya!

Priming Branding

Contohnya seperti slogan atau tagline dalam toko online-mu. Kamu juga bisa memuat judul menarik dalam iklan atau teks advertorial yang memuat kekuatan dari fitur atau produkmu dalam mengatasi masalah pelanggan

Priming Atribut Tidak Langsung

Contohnya, copy dalam landing page disertai logo atau desain visual yang menarik. Kamu juga bisa nunjukin keunikan dan keunggulan dari tokomu lewat desain website atau media sosial yang sesuai degan bisnismu agar stimulus dari copy dan desain dari tokomu semakin kuat mempengaruhi pelanggan