Ketahui Hal Tersembunyi di Balik Kerja Multitasking
Berbisnis
Mindset Opportunis vs Visionist, Mana yang Kamu Pilih dalam Berbisnis?
Maret 30, 2021
bobb thinking
Media Sosial Talkabot Dicaci Maki, Ada Apa?
April 7, 2021

Ketahui Hal Tersembunyi di Balik Kerja Multitasking

multitasking
“Eh gimana? Udah chat pemenang giveaway kemarin belum ?”
“Oh, belum, sekalianlah siang ini dikerjain, sambil nyatet orderan”
“Kamu sih enak bisa multitasking, ajarin dong biar bisa gitu”
Dari percakapan tersebut, sepertinya kita bisa simpulin kalau sebagian besar orang berpikir multitasking adalah sesuatu yang dibutuhkan atau mungkin orang menganggapnya sebagai sesuatu yang keren.

Namun, benarkah demikian?

Sebelum, Bobb membahasnya, alangkah lebih baik kita tahu dulu arti dari multitasking. Secara harfiah multitasking adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam satu waktu. Pekerjaan tersebut bisa dilakukan secara bersamaan atau pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Melansir dari alodokter, sebenarnya, istilah untuk melakukan pekerjaan secara berpindah-pindah disebut sebagai task switching. Namun, orang kerap menganggap kedua istilah tersebut memiliki makna yang sama.
Pada umumnya alasan orang memanfaatkan multitasking adalah untuk menghemat waktu dan energi. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya, multitasking biasanya akan memakan lebih banyak energi dan yang harus kamu garisbawahi adalah dapat mengurangi kualitas pekerjaan.
Contohnya, saat kamu sedang mengerjakan laporan tapi sesekali membalas beberapa pesan yang masuk pada ponselmu. Alih-alih terselesaikan, kamu malah terdistraksi dengan berbagai hal yang ada pada ponsel. Entah itu pada pesan, media sosial, aplikasi atau malah game. Hingga akhirnya fokusmu menjadi terbelah, bahkan kamu lupa lanjutan dari isi laporan yang harus kamu tulis. Terpaksalah, kamu harus mengulangi membacanya dari awal dan menghabiskan sebagian waktu untuk mengerjakan ulang dan berbagai contoh kasus lain yang sejenis.

Beberapa Dampak Multitasking Menurut Ahli

Meski tampak keren dan mungkin juga terlihat efisien bagi sebagian orang, multitasking ternyata dapat membahayakan kesehatan lho. dr. Aida Heidayana dari Klikdokter mengatakan dampak multitasking bisa sangat merugikan terhadap otak.
“Melakukan lebih dari satu tugas, aktivitas, atau kegiatan di waktu yang bersamaan kadang memang dapat menstimulasi kreativitas dan mencegah Anda dari kebosanan. Tapi, melakukan lebih dari satu tugas dalam waktu yang sama dapat meningkatkan beban mental, “

dr. Aida Heidayana dikutip dalam Klikdokter.

Selain itu, otak akan bekerja lebih keras untuk berpikir agar dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut dengan baik. Padahal, pada umumnya otak hanya bisa fokus pada satu hal dalam satu waktu. Lantas, ketika otak sudah mulai lelah karena diforsir, daya konsentrasi dan kemampuan untuk fokus menjadi terganggu. Hal ini tentu saja dapat mengurangi kualitas dari hasil pekerjaan.
Multitasking pada akhirnya akan berakibat buruk bagi diri sendiri. Tak hanya membuat kamu kewalahan dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, berikut ini adalah beberapa dampak lain dari multitasking terhadap kesehatan:
  • Meningkatkan stress
  • Menurunkan daya ingat
  • Rentan kehilangan fokus
  • Mengurangi kreativitas
  • Meningkatkan resiko berbagai kesalahan dan kecelakaan
Nah, kan ngeri juga, tapi sampai saat ini multitasking masih menjadi satu kemampuan yang dianggap 'oke-oke saja'. Bahkan dampak-dampak yang disebutkan rasanya kurang relevan. Buktinya masih banyak orang yang mengagungkan multitasking di luar sana. Sebagai pebisnis juga, secara sadar ataupun tidak, biasanya kamu sering melakukan kerja dengan multitasking. Iya atau enggak?
Aha! Bobb tahu, mungkin kamu sepandapat juga dengan glints.com bahwa multitasking tidak selalu buruk. Multitasking di sini bahkan dianggap sebagai suatu kemampuan yang penting dimiliki di dunia kerja. Selain itu, kemampuan tersebut juga bisa diasah agar bisa menghasilkan hasil yang lebih produktif dan maksimal.

Memang multitasking yang seperti apa yang bisa diasah?

Namun tunggu dulu, multitasking yang dibahas oleh glints.com ini memiliki artian yang berbeda. Menurutnya, multitasking saat ini, tidak lagi diartikan sebagai kemampuan melakukan dua atau lebih pekerjaan secara bersamaan di satu waktu. Definisi dari multitasking yang lebih modern dan disetujui oleh banyak pakar adalah kemampuan untuk menyelesaikan satu jenis pekerjaan kemudian dengan cepat berpindah dari jenis pekerjaan lainnya secara efisien tanpa kehilangan ritme.
Lewat pengertian ini, multitasking sangat bisa diasah sendiri dengan cara yang tepat. Menurut, Paul Dux seorang psikolog dari University of Queensland di Australia menjelaskan sebuah bukti penelitian tentang kemampuan manusia untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dapat ditingkatkan melalui proses pelatihan.
Dalam penelitiannya Dux menemukan strategi divide and conquer agar multitasking dapat bekerja dengan baik. Di mana manusia akan membagi satu masalah besar dalam porsi-porsi kecil, kemudian mereka akan menaklukkannya satu per satu.
Selanjutnya, untuk memanfaatkan kemampuan multitasking dengan tepat sekaligus mengasahnya dengan baik, coba lakukan tips berikut:
Buatlah to-do-list dan tentukan skala prioritas
Kelompokkan tugas-tugas yang sejenis. Kamu akan jauh lebih cepat mengerjakan banyak tugas yang serupa, ketimbang harus menyelesaikannya satu-satu di waktu yang terpisah. Misalnya, sembari menunggu chat pesanan pelanggan. Kamu bisa sambil mulai memikirkan dan mengetik tamplate pesan broadcast untuk promosi yang akan disebar ke pelanggan.
Terapkan sikap disiplin dan hindari berbagai distraksi yang akan mengganggu pekerjaan.
Istirahatlah sebentar jika dirasa sudah mulai lelah untuk mengisi kembali energimu.
Jadi gimana, masih mau dirugikan dengan kerja multitasking? Kayaknya enggak deh ya. Alangkah lebih baik, kita tahu dulu, multitasking yang mana sih yang baik dan apa dampaknya bagi produktivitas dan kesehatan kita. Kalau sudah tahu, kita jadi bisa memaksimalkan kemampuan yang dimiliki tanpa ada rasa merugi. Benar tidak?
Oh iya, bukan hanya manusia lho yang bisa multitasking. Bisnis kamu juga tentu bisa! Dengan menggunakan chatbot yang tepat dan berbagai fitur canggih dari Talkabot kamu bisa melayani pelanggan dengan efisien tanpa membuang-buang waktu dan tenaga. Untuk konsultasi multitasking di bidang bisnis, yuk segera hubungi Bobb dan ciptakan Amazing Customer Experience agar pelangganmu semakin loyal.