Kunci Sukses Bisnis Ramadhan: Pahami Pola Perilaku Konsumen!
Lebih Parah dari Shopee, Amazon Sering Tersandung Kasus Tindas Pekerja
April 17, 2021
Talkabot Bagi-bagi THR Hingga Jutaan Rupiah
April 23, 2021

Kunci Sukses Bisnis Ramadhan: Pahami Pola Perilaku Konsumen!

Ramadhan
Bulan Ramadhan biasanya menjadi salah satu kesempatan emas yang dimanfaatkan pebisnis untuk meningkatkan penjualan dan awareness masyarakat terhadap brand. Pasalnya, pada bulan ini, aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat dua kali lipat dari bulan-bulan biasa. Hal ini ditengarai karena perubahan pola hidup yang juga berubah selama Bulan Ramadhan.
Selain itu, menjelang lebaran, euforia belanja masyarakat juga menjadi salah satu hal positif bagi bisnis. Di mana biasanya, masyarakat memiliki pengeluaran yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lain. Hal ini juga didukung dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan perusahaan pada karyawan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Melansir dari The Food Navigator, Direktur Retail Measurement Service Nielsen, Yongky Susilo mengatakan, “Bulan Ramadhan adalah bulan penting bagi para pemilik bisnis atau perusahaan. Mengabaikan konsumen di bulan Ramadhan sama halnya dengan mengabaikan mereka setahun ke depan”. Maka dari itu, pebisnis sangat dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ini. Sebagai pebisnis, kamu juga perlu membuat strategi khusus agar tidak kehilangan momentum Ramadhan yang hanya terjadi satu kali dalam satu tahun.

Sebelum membuat strategi yang efektif, sudahkah kamu memahami perilaku konsumen di masayarakat?

Kalau belum, enggak ada kata terlambat! Kamu masih bisa mengubahnya mulai dari sekarang. Lewat penjelasan di bawah ini, Bobb bakal bantu kamu buat memahami berbagai pola perilaku konsumen di Bulan Ramadhan dari berbagai sumber media, yuk simak!

1. Konsumen Lebih Memilih untuk Belanja Online

Tahun ini merupakan Ramadhan kedua yang dilewati umat muslim di tengah wabah pandemi Covid-19. Hal ini semakin memperjelas kemungkinan masyarakat untuk berbelanja secara online dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan ataupun menjelang lebaran.
Melansir dari data survei mengenai perilaku pengguna TikTok di Indonesia pada Ramadhan tahun lalu, menyatakan bahwa mayoritas dari responden TikTok telah mengurangi kegiatan di luar rumah. Khususnya yang biasa dilakukan selama Bulan Ramadhan, seperti silaturahmi, belanja termasuk dengan mudik. Mereka lebih memilih berdiam diri di dalam rumah dan memaksimalkan waktu bersama keluarga. Hal ini mendorong keputusan mereka untuk melakukan aktivitas berbelanja secara online.
Data-data tersebut membuka berbagai peluang bisnis untuk diselenggarakan secara online. Di samping itu, persaingan bisnis pun akan semakin ketat. Maka dari itu, kamu perlu memahami apa saja yang harus dimaksimalkan agar toko online kamu bisa menarik pelanggan.

2. Waktu Berbelanja Lebih Awal

Jika pada hari biasa, penggunaan internet lebih banyak digunakan pada siang sampai malam hari. Selama Ramadhan, kebiasaan pengguna internet berubah. Mereka juga cenderung aktif pada dini hari utamanya ketika waktu sahur. Kurang lebih sekitar pukul 4, kunjungan ke situs online termasuk media sosial dan ecommerce meningkat tajam sampai 400%.
Dengan adanya perubahan traffic tersebut, pebisnis disarankan untuk membuat strategi dan jadwal postingan di media sosial. Kamu juga bisa mengadakan program promosi atau live pada waktu-waktu tersebut, agar semakin banyak orang yang berpartisipasi dalam program yang kamu selenggarakan. Hal ini, sangat bermanfaat untuk menaikkan awareness masyarakat terhadap brand-mu.

3. Transaksi meningkat dengan Anggaran yang Lebih Besar

Berdasarkan data dari tren belanja online di ecommerce BliBli pada Ramadan 2020, menjelaskan bahwa meskipun masyarakat dihadapkan keterpurukan ekonomi karena pandemi, daily order di platform tersebut mengalami peningkatan sebanyak 2 kali lipat. Adapun deretan produk yang paling banyak dibeli terdiri dari kategori makanan dan minuman, smartphone, suplemen kesehatan, dan fesyen.
Hal serupa juga diperkuat oleh riset dari iPrice yang mengatakan bahwa ramadhan dan lebaran di Indonesia dikategorikan sebagai periode sibuk dimana purchase intention akan meningkat dibanding bulan biasanya. Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata orang Indonesia menghabiskan Rp 500.000-1.999.999 untuk berbelanja online saat Ramadhan. Sementara itu, barang yang paling banyak dibeli secara online adalah produk fesyen.

4. Mencari Program Promosi

Kebanyakan orang pasti menyukai promo atau diskon. Selain untuk menghemat, mereka juga suka dengan harga yang miring. Biasanya perusahaan akan mengadakan program promosi setiap momen-momen tertentu termasuk saat Ramadhan. Uniknya, pencarian kata kunci promo, diskon atau flash sale saat Ramadhan juga selalu meningkat.
Melansir dari Iprice, Senior Content Marketing iPrice Group, Dea Vivin Devita mengatakan, pebisnis bisa mencari waktu yang tepat agar promo lebih efektif ditawarkan pada konsumen.
“Bagi (ecommerce atau pelaku UMKM) yang ingin menyebar promo atau push up notification, mungkin bisa dijadikan salah satu patokan, jam 4.30 sampai jam 5 (pagi) itu kalau bisa kita sudah siap dengan promo-promo yang clickable. Karena sekitar jam itu traffic online-nya meningkat,”

Dea Vivin Devita - Senior Content Marketing iPrice Group

5. Sektor Usaha dengan Label Halal Lebih Banyak Dicari

Melansir dari Katadata, pemerintah mengaku berkomitmen mendukung, memfasilitasi, dan memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, di dalamnya mencakup industri halal.
“Industri halal menjadi bidang (usaha) yang penting selama pandemi Covid-19. Ini karena industri halal terutama makanan dan minuman, farmasi, dan kosmetik merupakan backbone yang masih memiliki kegiatan cukup tinggi dalam kondisi pandemi,”

Sri Mulyani- Menteri Keuangan

Bertepatan dengan Ramadhan, spirit religi semakin meningkat pada bulan tersebut. Dalam artian orang-orang akan semakin giat beribadah dan lebih tertarik mencari produk yang berbau religi termasuk dengan produk berlabel halal. Oleh karena itu, bisnismu juga bisa mulai menyesuaikan dengan memberi label halal pada kemasan atau memberikan berbagai konten yang menarik dengan tema religi di media sosialmu.
Kamu juga bisa mengadakan program-program yang mendukung spirit religi masyarakat seperti program menyumbangkan sebagian penghasilan pada yang membutuhkan. Jadi, setiap orang yang membeli produk dari tokomu sekian persen dari hasil penjualannya akan disumbangkan untuk zakat. Dengan program seperti ini, kamu mengajak konsumen untuk secara tidak langsung berbuat kebaikan. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi mereka juga melakukan kebaikan dengan menyumbangkan sebagian rupiahnya kepada orang yang membutuhkan.