Program Gratis Ongkir 500 M dari Pemerintah Batal, Begini Fakta-faktanya
Brand Lokal
Beli Baju Lebaran: Kenapa Harus Brand Lokal?
April 29, 2021

Program Gratis Ongkir 500 M dari Pemerintah Batal, Begini Fakta-faktanya

Awal bulan nih, saatnya gajian!! Wah, kayaknya kamu udah siap banget belanja perlengkapan buat lebaran. Meskipun masih suasana pandemi, pasti enggak mau dong kehilangan euforia lebaran? Jadi walau peraturan membatasi segala aktivitas, enggak ada salahnya kita tetap mengikuti sederet ritual yang biasa dilakukan saat lebaran. Termasuk berbelanja baju baru dan berbagi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Dalam berbagai keterbatasan aktivitas, utamanya dalam hal peraturan dilarang mudik. Pemerintah mencanangkan program gratis ongkos kirim (ongkir) untuk setiap pembelian produk ekonomi kreatif. Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengatakan, produk ekonomi kreatif bisa mengganti kehadiran secara fisik untuk mengobati kerinduan untuk pulang kampung.
“Rencana pemberian free ongkir untuk produk ekonomi kreatif merupakan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Tujuannya, agar parsel dapat dikirim dengan fasilitas ongkir yang disubsidi,” katanya.
Sandiaga sadar ongkir seringkali menghambat bagi pelaku UMKM. Dengan adanya program ini, ia berharap pemerintah hadir untuk menanggung biaya ongkir sebagai ganti dari pertimbangan matang pemerintah soal larangan mudik. Hal ini karena untuk pengiriman ke beberapa kampung atau daerah harga ongkir bisa lebih mahal dari pada produknya.

Realisasi Program Gratis Ongkir dalam Harbolnas Ramadhan

Rencana Menparekraf untuk selanjutnya disetujui dalam gelaran Hari Belanja Online Ramadhan (Harbolnas Ramadhan) yang akan dilaksanakan 5 hari yaitu H-10 sampai H-6 Idul Fitri atau sekitar 3-7 Mei 2021.
Melansir dari CNBC, dalam program ini pemerintah akan bekerja sama dengan Asosiasi Platform Digital, Pelaku UMKM, Produsen Lokal serta Pelaku Logistik dan telah menyiapkan anggaran dana sebesar 500 Miliar. Selain menjaga semangat Idul Fitri, stimulus kebijakan ini juga diharapkan mencegah hambatan pemulihan eknomi akibat adanya larangan mudik.
Hal ini juga didukung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, ia mengatakan meskipun dilarang mudik, masyarakat masih bisa silaturahmi meski tidak dalam satu ruangan. Oleh karena itu, mereka diminta untuk tetap belanja.
Selanjutnya, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menekankan bahwa program gratis ongkir ini hanya dikhususkan untuk produk lokal. Hal ini dilakukan untuk mendukung program dan kampanye pemerintah untuk bangga dan cinta produk Indonesia.

Skema Simpang Siur Harbolnas

Program ini nampaknya disambut antusias oleh masyarakat, Bobb juga pasti dukung dong. Tapi Bobb sempat bertanya-tanya dan masih belum paham mengenai mekanisme dari pelaksanaan Harbolnas Ramadhan.
Seperti pernyataan yang disampaikan oleh Jubir Kemenko Perekonomian, Alia Karenina, bahwa program ini akan bekerja sama dengan pebisnis lokal, Asosiasi Platform Digital serta pelaku logistik dengan anggaran mencapai 500 miliar. Namun, mekanismenya masih simpang siur, katanya masih dalam tahap pengkajian. Padahal waktunya udah mepetkan?
Yang menjadi pertanyaan bagaimana mekanismenya, apakah seluruh pebisnis lokal bisa mengikuti program ini? Soalnya, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan agar para pebisnis lokal bisa mengitkuti program subsidi gratis ongkir. Khususnya bagi mereka, yang tidak menggunakan ecommerce sebagai media jual beli. Seperti pebisnis yang mengandalkan media sosial atau aplikasi messenger.
Kalau cuma ecommerce doang kayaknya enggak adil, benerkan? Apalagi di market place besar banyak banget produk asing yang dijual sama pebisnis retail. Soal keyakinan pihak market place bisa filter penjual produk asli Indonesia atau bukan pun enggak meyakinkan. Bener enggak?
Harusnya hal ini bisa dijelaskan mekanismenya secara matang agar bisa dipahami oleh seluruh elemen terkait. Jangan cuma embel-embel gratis ongkir aja, tapi target yang lainnya enggak tepat sasaran. Kecuali mau pencitraan doang sih. Bobb sangat menyayangkan karena program yang kaya gini harusnya bisa dimanfaatkan secara menyeluruh sama pebisnis lokal.
Namun lagi-lagi, sayangnya, hal ini enggak sesuai harapan. Baru aja bangga dan seneng bentar udah dikecewain lagi. Lah kenapa?

Program Batal, Anggaran Free Ongkir Tidak Ditanggung Pemerintah

Melansir dari Okezone, Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdEa), Bima Laga menegaskan, kalau ongkos kirim sepenuhnya ditanggung oleh platform ecommerce yang mengikuti program Harbolnas Ramadhan yang kemudian dinamai Hari Bangga Buatan Indonesia atau BBI 2021.
“Promo gratis ongkir akan ditanggung platform peserta Hari BBI 2021. Sementara pemerintah mendukung program melalui sosialisasi dan edukasi melalui kanal promosi yang sudah disepakati,”

Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdEa)

Hari BBI 2021 ini akan digelar pada 5-13 Mei dan sudah ada 70 platform peserta yang ikut serta dalam program ini. Meski bertema ongkos kirim, Hari BBI juga memfasilitasi platform yang hanya memberikan cashback atau potongan harga. Nantinya, acara ini bisa dilihat secara detail di www.banggabuatanindonesia.co.id
Waduhh, kok jadi gini ya? Trust issue Bobb sama pemerintah lagi-lagi diuji haha. Sementara itu, klarifikasi dari pemerintah mengatakan kalau pembatalan program gratis ongkir pemerintah enggak ada hubungannya sama anggaran.
“Ongkir ditanggung ecommerce agar lebih cepat dan praktis, selebihnya tanya ke Kementrian Perdagangan karena dia yang menanganinya”

Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keungan Perekonomia –dikutip dari Okezone.com.

Dahlah Bob nangis aja –hiks.