Siap Hadapi Tantangan Tren Ecommerce Tahun 2021

Siap Hadapi Tantangan Tren Ecommerce Tahun 2021

Januari 28, 2021
Cara Mendapatkan ‘Verified Badge’ Centang Hijau di WhatsApp
Januari 22, 2021
Berikut Cara Memaksimalkan Peran Admin Online Shop
Januari 30, 2021
Pandemi Covid-19 telah berhasil mengubah perilaku manusia. Hampir semua aktivitas dilakukan secara online termasuk dengan berbelanja. Melansir dari Kantar, pertumbuhan ekonomi meningkat 22% akibat adanya perubahan perilaku pembelian yang beralih dari offline ke online.
Sementara itu, di Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital diperlihatkan pada penggunaan ecommerce yang meningkat tajam. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkapkan, pertumbuhan ecommerce di Indonesia meningkat sebanyak 91 persen selama pandemi. Di samping itu, penetrasi pengguna internet juga melonjak 73,7 persen.
Kantar juga menyebutkan tahun 2020 merupakan tahun terbaik untuk ecommerce dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penyedia layanan ecommerce menjadi rata-rata pilihan para pebisnis untuk mengembangkan usahanya di tengah pandemi.

Lalu, bagaimana untuk tahun 2021?

Dilansir dari berbagai sumber, para pakar ekonomi memperkirakan tren ecommerce pada tahun 2021 akan tetap tumbuh meski tak seagresif tahun 2020. Persaingan ecommerce pada tahun 2021 akan lebih longgar dari tahun sebelumnya. Namun, meskipun seperti itu, mengutip dari Beritsatu.com pendiri sekaligus CEO Bhinneka.com Hendrik Tio mengatakan industri ecommerce akan fokus untuk meningkatkan value untuk mengaktifkan pembeli dan melakukan edukasi kepada konsumen dalam mengakses dunia ecommerce untuk memperluas pasar.
Sementara itu, Nasdaq memperkirakan bahwa 95% pembelian di tahun-tahun ke depan akan banyak dilakukan dalam ecommerce. Kemudian, persaingan antar market place pun akan semakin ketat. Untuk lebih jelasnya berikut tren pertumbuhan ecommerce yang penting diketahui oleh pebisnis, yang Bobb ambil dari berbagai sumber, di bawah ini:

1. New Consumer Behaviour

Berbelanja secara online memang bukanlah hal yang baru. Namun, akibat pandemi ini, berbelanja secara online menjadi aktivitas yang biasa, bahkan sebagian orang memutuskan untuk memilih berbelanja secara online dari pada berbelanja langsung ke toko. Hal ini, termasuk juga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Seperti mengutip dari powercommerce, perubahan perilaku konsumen ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan ecommerce. Bank Indonesia memperkirakan pada tahun 2021, transaksi akan meningkat hingga mencapai 33% dan akan menyentuh angka ratusan triliun rupiah. Oleh karena itu, pebisnis atau pemilik brand tentunya harus mampu membaca perubahan perliaku konsumen tersebut dan memanfaatkan segala peluang yang ada di dalamnya.

2. Meningkatkan emotional value bisnis

Perubahan kebiasaan belanja dari online ke offline memiliki keterbatasan dalam merasakan produk yang akan dibeli. Jika biasanya konsumen bisa merasakan barang dengan 5 panca indra, kini mereka hanya bisa melihat dan mendengar informasi mengenai produk yang mereka inginkan.
Oleh karena itu, kamu sebagai pebisnis harus bisa mencari cara agar konsumen mau berkunjung dan berbelanja di tokomu. Salah saatu caranya yaitu, dengan meningkatkan emotional value dari brand maupun produk. Kamu harus mampu menarik konsumen agar semakin dekat dengan bisnismu. Semakin dekat emosi konsumen dengan brand atau produk, maka semakin mudah juga mereka untuk bertransaksi.

3. Layanan O2O

Layanan O2O atau layanan online to offline merupakan sistem penjualan yang memanfaatkan 2 acara yaitu online dan offline. Layanan ini memungkinkan konsumen untuk berbelanja secara online tapi dapat mengambil, membayar atau mengembalikan secara offline. sistem O2O juga menyediakan layanan membeli online secara offline.
Sistem layanan O2O ini akan menjadi satu hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh pebisnis, Pelayanan yang multi-channel akan menambah kenyamanan dan kepercayaan konsumen kepada brand, sehingga pebisnis harus mampu beradaptasi dengan sistem ini agar menambah nilai lebih saat bersaing dengan kompetitor bisnis.

4. Marketplace besar ke single brand online store

Pertumbuhan ecommerce yang semakin menjanjikan membuat para produsen besar tertarik dan berpindah pasar dari marketplace ke single brand online store ecommerce. Hal ini tentunya bisa menjadi sebuah ancaman untuk bisnis kecil atau menengah yang serupa karena harus mmapu bersaing dengan brand tersebut.
Pebisnis harus mempunyai hal unik yang akan menjadi pembeda dan membuat brand-nya lebih spesial. Selain itu, untuk dapat menarik konsumen dan meningkatkan impresi toko, mereka juga harus mampu mencari cara lain yang ekslusif agar konsumen tertarik dengan brand-nya yang mungkin jauh lebih kecil atau bahkan baru.

5. Kemudahan dan kenyamanan dalam transaksi

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan pebisnis adalah cara konsumen dalam bertransaksi. Kemudahan dan kenyamanan adalah dua hal yang selalu diinginkan konsumen saat berbelanja. Sebagian dari mereka mungkin juga akan mendambakan pengalaman yang sama seperti saat mereka berbelanja di offline store.
Oleh sebab itu, pebisnis harus bisa memberikan pelayanan terbaik dalam melayani konsumen. Mulai dari memberikan kemudahan dalam menemukan produk yang diinginkan, menghubungi customer service sampai pada kemudahan dalam proses pembayaran. Semakin mudah dan nyaman konsumen akan semakin loyal juga mereka untuk berbelanja di tokomu.
Nah, bagaimana apakah kamu sudah siap dalam menghadapi tantangan tren ecommerce 2021? Jika kamu membutuhkan bantuan untuk membuat bisnis lebih mudah dan memuaskan pelanggan, yuk segera hubungi Talkabot. Kami akan membantu menyelesaikan semua permasalahan yang menjadi hambatanmu dalam berbisnis.