Story Telling, Rahasia promosi S3 Marketing - Talkabit Indonesia
Cara Menjual yang Ampuh dengan Konsep AIDA
September 3, 2021
Tips Membuat Konten Story Telling untuk Menarik Pelanggan di Media Sosial
September 13, 2021

Story Telling, Rahasia promosi S3 Marketing

Pernah liat komen orang kaya gini gak?
“Mantap, S3 Marketing”, “S3 Marketing Harvard”. “S3 Marketing UI, fix dapet cumlaude” dan lain sebagainya.
Kalau Bobb mah sering liat di Twitter. Biasanya orang-orang bakal komen kaya begitu kalau ada tweet cerita panjang lebar terus ujung-ujungnya jualan produk. Tapi kita sendiri gak ngeh, kalau mereka lagi jualan, sampai pada bagian akhir teks, barulah kita sadar pas mereka nyebutin merk atau nama produknya.
Kaya yang satu ini nih,
Kesempatan-kesempatan yang unik kaya gitu sebenernya sering banget dimanfaatin sama penjual buat numpang masarin produk/jasa. Misalnya nih, penjual ngomentarin isu hangat yang lagi ramai di media sosial, doi cerita panjang lebar buat mancing perhatian, sampai pada tahap akhir, orang itu ternyata mencoba mengenalkan produknya dengan ngasih solusi dan CTA (Call To Action)
Entah sampai pada konversi penjualan atau enggak, tapi cara ini bisa mulai ningkatin awareness audiens sama bisnis kita lho! Orang-orang bakal kenal brand kita dengan copywriting yang jenius, makanya dijuluki S3 Marketing.
Salah satu teknik yang biasanya digunakan dalam pesan jualan kaya gini, biasanya adalah teknik story telling. Story telling dalam marketing bukan hanya sekadar bercerita atau mendongeng kisah. Lebih dari itu, storytelling menjadi sebuah media untuk menarik perhatian audiens.
Story telling sendiri menurut Hubspot adalah proses menggabungkan fakta dan cerita untuk disampaikan kepada pengguna supaya mereka semakin tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Metode story telling dalam digital marketing menggunakan teknik soft selling yaitu menawarkan produk secara halus. Lebih tepatnya, metode ini akan mengandalkan sisi emosional pelanggan dibanding dengan sisi rasionalnya.
Leo Burnett, seorang ahli digital marketing dan periklanan mengatakan, saat membuat teks story telling, kamu harus bisa membuatnya sederhana utamanya dapat menyentuh dan mudah diingat.
“Make it simple, make it memorable. Make it inviting to look at. Make it fun to read”

Leo Burneet.

Intinya, kamu harus bisa membuat pembaca tertarik pada konten story telling sampai akhir. Manfaatkan sisi emosional mereka, buatlah cerita yang akan membuat mereka merasa relate, merasakan empati atau malah simpati dengan bergerak. Bobb, juga saranin kamu, mulai buat campaign-campaign yang sesuai dengan produk kamu.

Kenapa sih Bobb perlu campaign?

Campaign atau kampanye ini tuh bisa banget narik pelanggan. Cara yang akan membangun perhatian masyarakat terhadap produk kita, bahkan menurut Alira (@aliralira) seorang pengamat budaya, ahli personal finance dan juga seorang influencer, mengatakan masyarakat bahkan bisa saja tertarik untuk membeli dan menjadi pelanggan bukan karena produknya tapi karena ingin mendukunga campaign yang dilaksanakan oleh brand tersebut.
Nah, sebelum masuk ke tips-tips gimana cara buat story telling yang baik. Hayu cari tahu dulu, kenapa sih story telling itu penting dalam bisnis?

Membangun koneksi dengan audiens

Forbes menjelaskan, story telling adalah kemampuan dasar manusia yang dapat menyatukan dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan orang lain. setiap cerita yang digunakan dalam marketing secara tidak langsung akan membangun koneksi yang lebih dalam dengan audiens.
Misalnya, dalam iklan susu untuk kecerdasan anak. Di situ biasanya diberikan cerita tentang cinta ibu terhadap anaknya, melalui asupan-asupan makanan dan minuman bergizi termasuk susu sehingga anaknya sukses di kemudian hari. Di bumbui dengan kata-kata yang menyentuh.
Iklan tersebut akan menguhubungkan koneksi terhadap audiens mengenai berapa besar cinta ibu terhadap anaknya yang menyentuh hati, sehingga melekat dihati pelanggan.

Menaikkan Brand Awareness

Story telling yang menarik akan membantu audiens mengingat brand atau bisnis yang sedang kamu jalankan. Melalui story, kamu bisa membuat bisnis menjadi berbeda dengan kompetitor.
Cerita yang kamu berikan akan melekat di hati audiens dan menimbulkan keterikatan emosional dengan pelanggan. Hal inilah yang menjadi tujuan dari story telling, di mana audiens dan pelanggan akan menunggu, cerita apa dan produk apa lagi yang akan dimunculkan oleh bisnis kamu

Membuat produk terlihat lebih unik

Cerita yang kamu hadirkan akan membuat produkmu lebih unik. Hal ini karena meskipun produkmu sama dengan kompetitor, tapi cerita dari produkmu membuatnya berbeda dari yang lain.
Dengan menambahkan berbagai sisi kemanusiaan, audiens dan pelanggan akan merasa lebih dekat dengan bisnis. Mereka akan merasa kalau produkmu benar-benar bisa menyelesaikan masalah seperti yang ditampilkan dalam story telling iklan atau promosi yang kamu tayangkan di media sosial atau channel lain.
Cerita yang kamu hadirkan akan membuat audiens merasa perlu melakukan tindakan sesegera mungkin.
Nah, itu 3 dari sekian banyak manfaat yang diberikan dari story telling. Bagaimana menurutmu? Btw, tetap stay tuned di blog ini ya, di artikel selanjutnya Bobb bakal ngasih tahu cara bikin story telling untuk copywriting produk/jasa yang kamu jual di media online. Atau kalau kamu penasaran pengen tanya-tanya, segera hubungi Bobb dengan klik tombol di bawah ini :