TikTok Segera Luncurkan Fitur E-Commerce di Indonesia
Cara Mengaktifkan Chatbot di WhatsApp
Februari 24, 2021
Omnichannel
Omnichannel: Satukan Banyak Aplikasi Chat dalam Satu Tempat
Maret 4, 2021

TikTok Segera Luncurkan Fitur E-Commerce di Indonesia

TikTok Luncurkan E-Commerce
Aplikasi media sosial berbagi video pendek, TikTok, nampaknya akan segera melebarkan sayap ke ranah e-commerce di Indonesia. E-commerce menjadi salah satu strategi baru ByteDance, (pengembang aplikasi TikTok) untuk bersaing dengan media sosial asal Amerika Serikat seperti Facebook yang juga telah merilis Instagram dan Facebook Shop pada tahun 2020 lalu.
Merilis dari Kompas.com, strategi ini memiliki maksud untuk menarik influencer beserta para pebisnis agar tidak hanya menjadikan TikTok sebagai tempat promosi, tapi juga menjadikan TikTok sebagai pasar untuk berjualan produk yang dimilikinya.
Sebelumnya, TikTok telah merambah ke layanan belanja online sejak tahun 2019. Melalui fitur ini, influencer dapat mengarahkan followers secara langsung ke akun sponsor. Kemudian, calon konsumen akan mengklik tautan yang tersedia untuk dapat mengakses produk yang diinginkan. Selain itu, ByteDance juga bekerja sama dengan Shopify dan Walmart untuk sama-sama menarik konsumen muda. Dengan kerja sama ini, jutaan pengguna Shopify dan Walmart dapat mempromosikan produknya secara langsung di TikTok.

E-commerce TikTok di Indonesia

Kini TikTok tengah bersiap untuk masuk ke pasar e-commerce di tanah air. Melihat peluang bisnis e-commerce yang besar di Indonesia, TikTok tentu saja, tidak mau kehilangan peluang tersebut.
Melansir dari Katadata, laporan McKinsey pada tahun 2018 menunjukkan, pasar industri e-commerce diperkirakan akan mencapai US$ 40 miliar atau sekitar Rp.589,44 triliun pada 2022. Ini disumbang dari pertumbuhan masyarakat kelas menengah, akses internet dan kepemilikan ponsel. Sementara itu, data juga menunjukkan, TikTok menempati peringkat keempat sebagai aplikasi yang paling lama diakses oleh pengguna media sosial di Indonesia.

3 Fitur Unggulan

Menurut laporan Financial Times dalam Kompas.com, setidaknya bakal ada tiga fitur baru dari Tiktok untuk memfasilitasi kreator dan pemilik brand untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis e-commerce di TikTok. Berikut uraiannya:
Fitur pertama adalah fitur yang memungkinkan pengguna TikTok populer untuk membagikan link produk dalam konten. Lalu, secara otomatis pengguna tersebut akan mendapatkan komisi dari penjualan. Di aplikasi TikTok China atau yang lebih dikenal dengan Douyin, fitur ini dimanfaatkan untuk memonetisasi konten. Sampai sekarang, fitur in-app e-commerce ini menjadi sumber monetisasi terbesar pengguna Douyin.
Fitur kedua memungkinkan pebisnis atau pemilik brand untuk memamerkan katalog produknya di aplikasi Tiktok. Fitur ini akan memberikan presentasi produk lebih canggih dengan bentuk katalog berbentuk tab di bagian profil.
Fitur terakhir adalah belanja dengan metode live streaming. Seperti yang tengah menjadi tren sekarang, TikTok juga tidak mau kalah. Mereka meluncurkan fitur “livestreamed” yaitu fitur live yang dapat digunakan untuk menyiarkan acara berbelanja secara langsung seperti acara belanja live yang menjadi tren di televisi atau e-commerce ternama di Indonesia.
Beberapa fitur tersebut sudah mengalami uji coba sejak Desember lalu. Namun, sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan sehingga belum bergulir secara merata. Seperti halnya di China, fitur ini sebenarnya diterapkan ByteDance pada Douyin sejak dulu dan sudah menjadi hal yang lumrah. Banyak platform media sosial di China yang memudahkan pengguna untuk berkomunikasi di dunia maya sekaligus juga untuk berbisnis.
Sungguh menarik bukan? Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk terjun berbisnis menggunakan TikTok? Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan peluang ya!!